Sejarah Singkat STPI Bina Insan Mulia

Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta,  adalah lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) di bawah Yayasan Silaturahim Pecinta Anak (SPA} Indonesia yang beralamat di Jl. Gejayan Pelemkecut CT X/14 Yogyakarta. Sejak awal berdirinya, STPI telah memfokuskan dirinya berkhitmad dan memberi warna pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan para pendidik anak-anak yang Profesional, Kreatif dan Islami.

STPI Bina Insan Mulia telah memulai rintisan perjuangan sejak tahun 1994 yang saat itu bernama PGTKI (Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak) dengan menyelenggarakan kegiatan kursus pendidikan keguruan 1 tahun (setingkat D-1). Dalam perkembangannya PGTKI secara resmi berdiri pada tanggal 5 Oktober 1995 dan telah mengalami perjalanan panjang hingga saat ini. Era baru perjuangan STPI diawali dengan keluarnya ijin penyelenggara D2 PGTK/RA/BA dengan Status Terdaftar dari Departermen Agama  dengan SK nomor : 241/E/2001. Pada tahun 2005 disaat  PGTK/RA/BA  Bina Insan Mulia  tengah berkembang pesat dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar, keluarlah surat edaran dari Departemen Agama (Depag)  yang mengharuskan pashing out yaitu tidak diperbolehkannya/larangan menerima mahasiswa baru dan menutup program D2 PGTK/RA/BA.

Berdasarkan PP Nomor 19 tahun 2005 yang mensyaratkan  seluruh tenaga pendidik /guru TK wajib berijazah Strata satu (S-1), peluang inilah yang ditangkap PGTK/RA/BA Bina Insan Mulia  untuk berganti jenjang  S-1. Dengan segenap dukungan, kerja keras, kerjasama yang kompak, bahu  membahu dan solid baik dari pihak Yayasan SPA Indonesia, Dosen, Karyawan PGTK BIM maupun bantuan dari berbagai pihak, pada akhirnya berdirilah Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta. Pada  awal tahun 2008 bersama dengan 14 Perguruan Tinggi lain seluruh Indonesia keluarlah ijin penyelenggara S1 PGRA  dengan SK Depag Nomor : Dj. I/17/2008 tertanggal 15 Januari 2008 dan sejak saat itu PGTK/RA/BA  Bina Insan Mulia  telah berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta yang keberadaannya menjadi perguruan tinggi Islam swasta S1 PGRA pertama dan satu satunya  di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah (saat itu).

 Program studi pertama S-1 Pendidikan Guru Raudlotul Athfal (kini PIAUD) merupakan kelanjutan dari program D-2 PGTK/RA/BA yang telah lama berjalan dan disusul program studi kedua S-1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Saat ini STPI tumbuh sebagai perguruan tinggi terpercaya dalam brand utama yang dikembangkannya, sebagai Kampus Guru Kreatif Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, branding sebagai kampus kreatif ini semakin nyata khusunya di kalangan guru PAUD/TK di daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta sebagai lembaga tinggi mempunyai peranan yang positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan masyarakat, pembangunan bangsa dan negara terutama dibidang pendidikan anak. Peranan tersebut dilakukan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Lulusan Sekolah Tinggi Pendidikan Islam Bina Insan Mulia Yogyakarta sebagai hasil dari dharma pengajaran Sarjana Pendidikan Islam (lulusan S-1) bidang pendidikan anak,  yang taqwa dan memiliki akhlaq mulia, profesional mampu melaksanakan amal ilmiah, berkemampuan mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan sebaik-baiknya berdasarkan kaidah, ketentuan peraturan, norma dan kepatutan yang berlaku dengan berpedoman kepada tuntunan agama maupun peraturan negara.

Di dalam melaksanakan peran ditengah-tengah masyarakat, Sekolah Tinggi Pendidikan Islam Bina Insan Mulia Yogyakarta  tidak dapat melepaskan diri dari kondisi obyektif maupun subyektif lingkungan sekitarnya. Kondisi ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh Sekolah Tinggi Pendidikan Islam Bina Insan Mulia Yogyakarta. Didalam hubungan ini ada lima hal yang menjadi tantangan umum yang harus dijawab oleh Sekolah Tinggi Pendidikan Islam Bina Insan Mulia Yogyakarta  melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lima hal tersebut adalah:

  1. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, maka kualitas penyelenggaraan perguruan tinggi menjadi perhatian utama.
  2. Semakin meningkatnya jumlah lulusan SLTA yang tidak dapat tertampung di perguruan tinggi, maka peningkatan daya tampung terus-menerus dilakukan.
  3. Semakin meningkatnya kebutuhan tenaga professional dalam bidang pendidikan anak, maka perlu dilakukan peningkatan kemampuan tenaga edukatif, prasarana dan sarana pendidikan secara terus-menerus.
  4. Perubahan cepat yang terjadi pada teknologi dan masyarakat, maka kurikulum dan silabi memiliki fleksibilitas untuk berkembang dan disempurnakan.
  5. Persaingan yang tajam antar individu dalam mencari lapangan pekerjaan, maka fokus perhatian adalah peningkatan kemampuan manajerial pengelola/penyelenggara pendidikan tinggi, peningkatan akses terhadap sumber-sumber potensial serta keluaran (lulusan) yang memiliki keunggulan.

Bergabunglah dengan kami sekarang!

Daftar